Jangan mau jadi NATO dalam Dakwah!

          Assalamualaikum.wr.wb. Semoga pembaca blog ini dalam keadan sehat wal afiat. aamiin. Pada kesempatan ini saya kepikiran untuk menulis sebuah kalimat2 yang mungkin tidak bermutu bagi orang lain tp bagi saya ini sebuah ungkapan rasa CINTA yg mendalam, kalau kata orang tua dulu “ini keluar dari lubuk hati yang paling dalam” itulah CINTA. Kali ini saya ingin mengingatkan diri pribadi terlebih dahulu kalaupun bisa mengingatkan pembaca semuanya. InsyaAllah.aamiin…
          Saya ini hobi belajar mengamati dan coba untuk menganalisis situasi yang ada, mudah2an kedepan jadi pengamat yang tampil di TV2 itu. aamiin. Kali ini yang ingi saya amati dan analisis adalah kondisi KITA yang sering menjadi orang2 NATO dalam dakwah mengambil istilah temen2 BEM KM UNSRI yaitu “No Action Talk Only” dalam segala hal, yang saya maksud NATO disini bukan dari segi kita menjadi KOMENTATOR tp lebih kepada soal implementasi atas ilmu teori yg sdh kita dapatkan. Contoh kita lebih sering mengupdate status tentang sesuatu yg wah tp realita di lapangan kita tidak cukup hebat dalam melaksanakannya. Dan inilah yang saya pikir menjadi masalah kita hari ini. Berapa banyak materi2 yg sudah kita dapatkan? berapa banyak buku yang sudah kita habiskan? berapa banyak artikel keilmuan yang sudah kita ringkas? tp itu semua seakan-akan percuma kalau implementasi di apangan tidak berjalan, maka jadilah kita orang2 TEORITIS saja. Jadinya saya agak suka mengatakan percuma kita punya teori, punya banyak buku bacaan kalau hanya kita gunakan untuk berdebat, beretorika saja. Bukankah Rasullah SAW sudah mengajarkan kepada kita bahwa apa saja yag Beliau sampaikan & perintahkan kepada para sahabat terlebih dahulu Beliau lakukan. Kita sudah sering mendengar bahwa “satu tauladan itu lebih baik daripada 1000 kata2”, inilah nasehat yang sangat2 bijak.
          Hari ini kita sedang dihadapkan dengan realita yang sungguh jauh dari kemajuan dalam dakwah terutama di kampus2 kita, persoalannya menurut saya simpel kita masih kurang mengimplementasikan teori2 keilmuan yang sudah didapat, contoh ketika berbicara Ruhulistijabah mungkin secara teori kita pahami tidak akan habis dituliskan dalam satu hari tapi di lapangan kita cendrung tidak seperti teori yang kita tau. Jadi istilah NATO kayaknya memang layak kita sandang untuk saat ini. Padahal kita butuhkan saat ini adalah tauladan atas apa yang disampaikan, yang dituliskan biar ada ruhnya & itu akan langsung mengena. Mudah2an anallisis saya yang salah dan kita tidak termasuk dalam golongan orang2 yang suka NATO. Aamiin…
           Sekali lagi ini instrosfeksi diri saya secara personal bukan bermaksud ingin menyinggung siapapun, ya hanya sekedar belajar menulis & coba untuk mengingatkan diri pribadi. Semoga bermanfaat…Aamiin. Wallahu ‘alam bisshoaf.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.
Advertisements

About syahdami

Manusia biasa yang ingin selalu menjadi luar bias, sifat keras tapi penuh kasih sayang (mirip Umar bin Khatab ra. ^_^).
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Balas

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s