Jangan! Terlena dg Hegemoni kemengan kita

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. ” (Muhammad:7)
          Tampaknya firman Allah SWT di atas harus menginspirasi kita semua, terutama saya. Bahwa kemengan dakwah itu pasti jika syarat2 kemenangan itu terpenuhi, saya coba mengambil istilah guru spiritual saya “jikalau mahar untuk kemenangan itu adalah uang 1 juta terus kita berikan hanya 500 ribu atau kurang dari 1 juta saja baranglah tentu kemengan itu akan tertunda” itu istilah beliau yang sangat menginspirasi saya. Apa yang kita bisa ambil disini bahwa kita tidak tau berapa mahar dari setiap kemenangan untuk sebuah perjuangan dakwah itu, berbekal ketidaktauan itu maka sudah selayaknya perjuangan ini membutuhkan totalitas & loyalitas dari para pejuangnya karena itulah bentuk ikhtiar yang bisa kita lakukan sebagai bentuk tawakal Ilallah.
          Kali ini saya ingin mencoba memberikan semangat pada diri sendiri & kalaupun bisa memberikan semangat kepada para pejuang dakwah di manapun berada atau kalaupun boleh saya sebut “kader” yang berjuang di jalan dakwah ini. Melihat kondisi yang terjadi saat ini pada kita yang belakangan saya lihat(saya tidak tau ini hanya bentuk kekhawatiran saya atau mungkin saya terlalu su’udzon kepada temen2, kalaupun yang kedua saya minta maaf), bahwa kita terlalu terlena dengan hegemoni kemenangan-kemenagan yang dalam beberapa waktu sering kita peroleh & nikmati. Sehingga bentuk ruhul istijabah kita dalam menyambut seruan2 dakwah kurang baik, contoh kecil berapa banyak kader yang datang pada pertemuan2 penting dalam bentuk konsolidasi/ pertemuan pematangan strategi pemengan PEMILU/PEMIRA dan lain2.
          Saya sekali lagi melihat kita terlena dengan kemengan2 yang sudah diraih & cendrung menganggap remeh    kompititor kita, karena kita merasa digdaya dengan kuantitas & hal2 lain yang kita punya. Padahal  Allah SWT sudah memberikan contoh yang nyata kepada kita dalan kisah2 terdahulu tentang hal ini (terlena dengan kemenangan), salah satu kisah yang wajib kita renungi bersama adalah Perang Hunain disaat pasukan muslimin merasa congkak dengan jumlah mereka yang banyak, sehingga membuat pasukan kaum muslimin bercerai-berai walaupun akhirnya Allah memberikan bala bantuan-Nya sesuai firman Allah dalam surat At-taubah:25:
 
          “Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.” (At-Taubah: 25)
 
           Itulah pelajaran berharga buat kita yang harapannya kita semua kembali instrosfeksi diri dan segera mengembalikan semangat kita dalam menyambut seruan2 perjuangan. Karena kemengan yang sudah pasti itu harus kita jemput dan bahwa kemenangan yang lalu adalah menjadi motivasi untuk kita tapi ingat kompititor kita akan selalu belajar.
Wallahu ‘alam bisshoaf.
Advertisements

About syahdami

Manusia biasa yang ingin selalu menjadi luar bias, sifat keras tapi penuh kasih sayang (mirip Umar bin Khatab ra. ^_^).
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Balas

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s