Mimpi Kami Sederhana ‘Hanya” Menginginkan Pemimpin yang Adil

1366757981867173600 
Doa Kami Rakyat Indonesia;
“Ya Allah berikanlah kepada kami pemimpin yang mencintai kami dan kamipun mencintanya. Aamiin.”
 
         Setiap kali ada momentum pemilihan pemimpin di negeri ini, kami selalu bermimpi dan sekaligus berharap muncul pemimpin yang mampu berbuat adil dari pilihan yang ada. Apakah itu pemilihan Presiden, pemilihan Kepala Daerah harapan dan impian itu terus saja mengisi benak kami. Kami tak perduli siapa engkau, dariman asalmu, apa agamamu, apa partaimu, apa sukumu, yang kami tau engkau bisa berbuat adil itu saja. Kami tak mementingkan kau seorang tokoh atau bukan, kau dari jawa atau papua, kau batak atau dayak, yang kami inginkan cuma keadilanmu dikala memimpin. Namun karena saya muslim tentu harapan saya(penulis) seorang muslimlah yang jadi pemimpin, karena saya(penulis) juga pendukung PKS tentu saya berharap dari PKS lah yang memimpin tapi jikalaupun tidak ada dari itu semua saya(penulis) tak perduli asalkan mampu berbuat adil.
         Tulisan tidak akan mengutif ayat-ayat dalam Al qur’an yang membicarakan kata adil karena begitu banyak ayat dalam Al qur’an yang membicarakan kata ini, lebih khusus lagi perintah kepada pemimpin yang harus berbuat adil kepada rakyatnya juga cukup banyak dan tidak akan bercerita tentang kisah keadilan Rasulallah SAW karena memang beliaulah pemimpin dan manusia yang paling adil bahkan beliau SAW berjanji jikalau Fatimah ra anaknya yang mencuri beliau sendiri yang akan memotong tangan anaknya itu. Tulisan ini hanya ingin menuliskan sebuah harapan sebagian besar rakyat Indonesia yang bermimpi memiliki pemimpin yang adil, adil dalam memutuskan permasalahan rakyat, adil dalam penegakan hukum, adil yang seadil-adilnya tak pandang bulu karena kami sudah bosan melihat ketidakadilan yang selama ini terjadi. Ketidakadilan dalam hukum misalnya, hukum di Indonesia ibarat mata pisau yang hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas.
         Adil adalah sumber dari segara pemecahan masalah bangsa karena ketika pemimpin adil dalam memutuskan permasalah ekonomi maka rakyat akan langsung merasakan dampaknya yaitu kemakmuran, kita tidak akan melihat lagi fenomena yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin jikalau pemimpin adil dalam ekonomi. Ketika pemimpin adil dalam penegakan hukum maka kita tidak akan lagi melihat koruptor dihukum hanya 1 tahun penjara padahal betapa banyak rakyat yang dirugikan akibat ulah kuroptor, kita juga tidak akan melihat lagi pencuri kapuk dipenjara padahal kapuk yang diambil adalah kapuk yang telah berada di bawah pohonnya dan mungkin akan menjadi tanah karena tidak diambil oleh pemiliknya, serta masih banyak keadilan lainnya yang menjadi tugas pemimpin. Kata kunci dari adil itu bukanlah hanya berbicara sama rata dalam hal materi, bukan pula hanya berbicara perlakuan perlakuan dalam hal tindakan, bukan pula hanya berbicara belas kasihan yang tidak perlu dalam hal perasaan, tetapi lebih kepada berbicara masalah proporsianal. Adakalanya materi itu tidak perlu bagi sama rata atau adakalanya belas kasihan itu harus dibuang karena ketegasan atau adakalanya beda perlakuan atas kondisi objek yang berbeda tapi satu persoalan yang sama harus dilakukan. Unsur yang paling penting lagi dalam menciptakan keadilan adalah Fatwa dari Hati karena hati akan menunjukan kebenarannya.
         Sejanak kita akan menyimak kisah pemimpin yang adil tidak rusak tubuhnya oleh tanah karena berbuat adil kepada rakyatnya tak terkecuali orang beraga Zoroaster atau penyembah api alias agama Majusi. Kisra nama pemimpin itu beliau adalah Raja negeri Persia yang dulu merupakan negara adidaya di selatan selain negara Romawi di utara. Keadilan kisra tersebar ke plosok bumi hingga sampailah kabar keadilan kisra kepada Khalifah Al- Ma’mun yang merupakan khalifah dari bani Abbasiyah. Al- Ma’mun berkata, “aku pernah mendengar, bahwa bumi tidak akan merusak tubuh para raja yang berbuat adil. Dan aku berencana menyelidiki cerita itu”. Kemudian ia berangkat menuju negeri Kisra dan membuka kuburnya. Lalu ia turun dan membuka wajahnya. Tiba-tiba ia melihat keindahan yang luar biasa dan pakaian yang dikenakannya masih tetap baru serta tidak berubah sama sekali. Ia juga melihat cincin dari yaqut merah di jarinya yang tidak dimiliki oleh raja manapun. Di atasnya tertera tulisan bahasa Persia. Al- Ma’mun benar-benar kagum akan hal ini dan berkata, “Ia adalah seorang majusi yang menyembah api tetapi Allah SWT tidak mengabaikan keadilannya terhadap rakyat”.
           Kemudian ia memerintahkan untuk menutupnya dengan pakaian sutera dilapisi emas dan mengembalikan ke tempatnya semula. Ketika itu, Al- Ma’mun ditemani oleh seoarang pelayan yang telah dikebiri. Pelayan tersebut memanfaatkan kelengahan Al- Ma’mun untuk mengambil cincin yang ada di jari jenazah raja Kisra. Ketika Al- Ma’mun mengetahuinya, ia langsunsg mencambuknya seribu kali dan mengasingkannya ke gunung. Lalu ia mengembalikan cincin tersebut ke tempatya lagi dan berkata, “Sesungguhnya pelayan ini hendak mencemarkan nama baik kami di hadpan raja-raja yang berasal dari luar Arab, sehingga orang-orang akan berkata bahwa Al- Ma’mun adalah seorang penggali kubur.” Setelah itu Al- Ma’mun memerintahkan untuk menutup kuburannya dengan cairan timah, sehingga tidak dapat dibuka lagi sampai sekarang. (Buku Kisah Keadilan Para Pemimpin Islam-Nasiruddin S.Ag. M.M)
         Dari sepenggal kisah di atas dapat kita tarik hikmahnya bahwa pemimpin yang adil akan senantiasa dilindungi oleh Allah SWT dan senantiasa dihargai oleh Allah SWT serta pasti akan dicintai oleh rakyatnya. Keadilan itu akan muncul jikalau pemimpinnya punya rasa cinta kepada rakyatnya karena kecintaan itulah timbul keadilan. Contoh paling mutakhir adalah Almarhum Hugo Chaves Presiden Venezuela yang sangat dicintai oleh rakyatnya karena keadilan yang telah dibuatnya.
Akhir tulisan ini saya sampaikan bahwa kami rakyat Indonesia terutama saya pribadi tidak terlalu banyak berharap apa-apa kepada pemimpin kami dan calon pemimpin kami dimasa mendatang, harapan kami hanya satu berbuat adillah untuk di Negeri tercinta ini, karena keadilan sumber kesejahteraan, kemakmuran, ketentaraman, keiharmonisan, dan lainnya.
Advertisements

About syahdami

Manusia biasa yang ingin selalu menjadi luar bias, sifat keras tapi penuh kasih sayang (mirip Umar bin Khatab ra. ^_^).
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Balas

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s