NgomPol (Ngomong Politik) Ala Mahasiswa

NgomPol (Ngobrol Politik) Ala Mahasiswa

 

 
 

Ketika berbica politik disaat ini maka tidak akan pernah lepas dan selalu dikaitkan dari yang namanya kekuasaan atau sekedar kompetisi untuk “merebut” kekuasaan itu, hal ini disebabkan karena mainset yang terbangun pada masyarakat indonesia atau masyarakat dunia. Padahal seharusnya kalau berbicara politik itu bukan hanya dipandang sempit hanya masalah kekuasaan tapi lebih luas lagi karen yang namanya poltik adalah tentang kepedulian, tentang mengurusi masalah, tentang kebijakan dan tentang pengorbanan yang berkaitan dengan orang banyak atau umat bahasa lainnya tentu demi kebaikan umat itu sendiri.

Ada 3 hal yang instrumen penting dalam politik berkaitan dengan politik dalam artinya yang sebenarnya yaitu tentang afiliasi, tentang partisifasi dan tentang kontribusi, mari kita coba bahas satu-persatu:

1.      Afiliasi
Sebagai manusia normal punya afiliasi terhadap sesuatu adalah keniscayaan karena itulah fitrah manusia. Afilisasi itu bisa dikatakan adalah sebuah kecendrungan hati akan sesuatu baik itu bermakna positif ataupun bermakna negatif itu fitrah, afiliasi ini adalah bentuk kepedulian terhadap sesuatu. Contoh real adalah termasuklah afiliasi terhadap salah satu parpol, kenapa parpol karena parpol adalah salah satu instrument negara demokrasi (bohong kalau tidak punya afiliasi). Toh memilih golput atau abstain itu jg masih ada kecendrungan kpd parpol, hanya saja pilihannya ingin begitu. Analoginya sederhana saja ketika kita sedang menyaksikan pertandingan sepakbola pastilah ada kecendrungan mendukung salah satu tim walau kedua-dua tim itu adalah tim yang tidak kita sukai.
 
2.      Partisifasi
Partisifasi disini adalah bentuk kepedulian yang dilakukan secara nyata terhadapa sesuatu, maka partisifasi politik bisa diartikan dengan keikutsertaan kita dalam aktivitas politik dalam bentuk real contoh adalah memberikan suara dalam PEMILU atau PEMILUKADA satu poin penting ketika memilih adalah menjadi menjadi pemilih cerdas. Menjadi pemilih cerdas sesuai dg hatinurani itu mudah, kalau yg kita pilih itu Kepala Daerah atau Presiden maka lihatlah 3 hal; 1. Siapa orangnya(ini termasuk trackrecord, akhlak, religius), 2. Apa partainya, 3. Program kerjanya(visi & misinya).
Kemudian kalau kita milih Caleg & Partai maka lihat 3 hal juga; 1. Trackrecord partainya(visi-misi, kader, dll), 2. Program partainya(kalau partainya sibuk dg kekuasaan, saling sikut di internal berarti tanda2 kader haus kekuasaan & sulit utk memikirkan rakyatnya), 3. Pola penentuan Calegnya(kalau pilih calegnya OR berarti partainya tak punya kader atau gak pede sm kadernya & tentu kader karbitan itu blm teruji).
 
3.      Kontribusi
Tentu ketika berbicara kontribusi kita sudah terbiasa dengan kata ini dalam arti bahwa kontribusi itu adalah pengorbanan terhadap politik baik itu moril, material atau  pemikiran-pemikiran. Karena kontribusi itu berbicara tentang kapasitas masing-masing, jadi kontribusi real dalam politik adalah menjadi politisi, sekali lagi dalam artian yang luas tidak hanya politisi sebutan untuk pejabat-pejabat publik tapi diartikan yang luas politisi itu adalah orang-orang yang punya kepedulian, pengorbanan dan juga mengurusi kepentingan dan kebaikan orang banyak atau umat. Contoh para kiyai adalah politisi juga karena mereka peduli degan umat tadi, dll. Wallahu ‘alam
Advertisements

About syahdami

Manusia biasa yang ingin selalu menjadi luar bias, sifat keras tapi penuh kasih sayang (mirip Umar bin Khatab ra. ^_^).
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Balas

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s