Parlemen Mahasiswa Ideal

Tulisan ini dibuat dalam rangka pembuatan buku FL2MI.
 
Assalamualaikum. Wr. Wb.
Kampus itu adalah miniatur sebuah negara, pernyataan inilah yamg dapat menggambarkan dunia kampus, karena seperti negara tentu kampus juga mempunyai pemerintahan sendiri  yang sering disebut Pemerintahan Mahasiswa atau student goverment (SG). Dalam pemerintahan mahasiswa negara yang menjadi rujukannya adalah tentu Negara Kesatuan Republik Indonesia, oleh sebab itu di pemerintahan mahasiswa mempunyai sistem pemerintahan dan lembaga-lembaga pemerintahan yang hampir sama dengan Indonesia, yaitu menganut sistem Trias Politika yang terdiri atas Lembaga Legislatif, Lembaga Eksekutif dan Lembaga Yudikatif. Sistem pemerintahan ini dianut sebagian besar kampus Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia, baik itu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ataupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Namun sistem pemerintahan mahasiswa punya beberapa sistem pemerintahan yang digunakan diantaranya adalah sistem Keluarga Mahasiswa (KM), Republik Mahasiswa (Rema), Negara Kesatuan/Federal, dll.  Lemabaga  eksekutif biasanya disebut Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), lembaga legislatif kebanyakan disebut Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) & lembaga yudikatif biasa disebut Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM).
 
Artikel ini akan fokus membahas lembaga legislatif mahasiswa (LLM). Layaknya lembaga legislatif disebuah negara dalam hal ini Indonesia dengan DPR RI, lembaga legislatif mahasiswa (LLM) secara umum mempunya fungsi yang sama dengan DPR RI yaitu fungsi legislasi (perundang-undangan), budgeting (anggaran) dan controlling (pengawasan). Namun pada prakteknya LLM ada juga yang mempunyai fungsi Yudikatif dan ada juga yang justru sebaliknya yaitu Lembaga Yudikatif yang mempunyai fungsi Legislafit, ini terjadi pada Pemerintahan Mahasiswa di beberapa kampus. Salah satu contohnya adalah di kampus saya Universitas Sriwijaya (Unsri), lembaga legislatif di Unsri disebut DPM KM Unsri. Nah DPM KM Unsri mempunyai empat fungsi yaitu legislasi, budgetting, controlling dan yudikasi, namun sampai saat ini fungsi yudikasi itu belum pernah dipergunakan karena anggota DPM KM Unsri merasa terbentur dengan fungsi legislasinya. Sejauh ini LLM secara umum hampir disemua kampus di Indonesia mepunyai masalah yang sama dalam mengaktualisasi diri lembaga yaitu belum maksimalnya lembaga legislatif tersebut dalam menjalankan fungsi kelembagaannya pada Pemerintahan Mahasiswa di kampus masing-masing, sesuai dengan tiga fungsi pokoknya, masalah-masalah itu baik berasal dari internal lembaga legislatif itu sendiri ataupun dari eksternal lembaga legislatif mahasiswa itu.
Adapun beberapa faktor yang menyebabkan belum maksimalnya LLM dalam menjalankan fungsi pokoknya sebagaimana mestinya sebagai berikut:
1.      Kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) di lembaga legislatif itu atau dengan kata lain legislator-legislator yang handal, ini disebabkan karena lembaga legislatif belum banyak diminati mahasiswa. Sehingga keingintahuan mahasiswa akan kelegislatifan sangat kurang yang mengakibatkan banyak anggota legislator yang masih gagap ketika menjadi anggota legislator.
Untuk menyelesaikan persoalan ini ada LLM di beberapa perguruan tinggi yang melakukan program pelatihan atau pendidikan tentang kelegislatifan, diantaranya; di LLM Unsri ada program Sekolah Legislatif (SK) program ini sdh berjalan beberapa tahun. Sama hal dengan LLM Unsri, di Universitas Andalas ada juga program yang diberi nama Student State Class (SSC), dll.
2.      Bergaining position LLM di pemerintahan mahasiswa yang belum begitu baik, ini disebabkan oleh ketidakpahaman dari perangkat pemerintahan mahasiswa & element-element yang tergabung dalam pemerintahan mahasiswa terhadap fungsi, tugas & wewenang LLM itu, sehingga masih ada anggapan memangdang sebelah mata LLM.
Solusinya adalah sosialisasi fungsi, tugas & wewenang LLM kepada seluruh pihak yang ada dalam pemerintahan mahasiswa.
3.       Eksistensi LLM di mata mahasiswa secara umum yang kurang baik, ini disebabkan kenirja dari LLM yang memang cendrung disebut “bekerja di balik layar” karena memang fungsi dari LLM itu sendiri yang sangat minin untuk bekerja di lapangan sebagai eksekutor. Ditambah lagi sosialisa dari fungsi & kinerja dari LLM yang kadang kala kurang diketahui oleh publik dalam hal ini mahasiswa umum. Solusinya memaksimalkan sosialisai fungsi & hasil kinerja yang sudah dilakukan oleh LLM kepada mahasiswa umum, ini agar LLM lebih diketahui oleh mahasiswa umum.
Kalau berbicara Parlemen Mahasiswa Ideal maka yang harus diwujudkan oleh lembaga Parlemen Mahasiswa adalah menyelesaikan permasalahn yang ada dalam lembaga parlemen itu sendiri & bagaiman LLM bisa menjalankan fungsi, tugas & wewenangnya secara menyeluruh itulah parlemen yang ideal, dalam artian fungsi legislasi, budgeting & controling itu sesuai koridor parameternya atau rujukannya adalah parlemen Republik Indonesia (RI) walaupun yang namanya ideal itu akan berubah-ubah sesuai perkembanganya. Wallahu ‘alam bishoaf.
Wassalamualaikum. Wr. Wb.
 
Indralaya,   februari 2013
Ketua Umum DPM UNSRI 2011-2012
 

                            SYAHDAMI

Advertisements

About syahdami

Manusia biasa yang ingin selalu menjadi luar bias, sifat keras tapi penuh kasih sayang (mirip Umar bin Khatab ra. ^_^).
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Balas

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s