PKS itu layaknya FC Barcelona

 
Sekilas tentang FC Barcelona dan PKS
           Siapa yang tidak mengenal FC Barcelona wabil khusus dikalangan pencinta sikulit bundar, klub sepakbola paling disegani dalam beberapa tahun terakhir, klub yang terkenal dengan gaya tiki-takanya sehingga setiap klub lain yang akan bertanding melawan FC Barcelona senantiasa berpikir keras bagaimana mengalahkan mereka ada yang pake jurus formasi 10-0-1 alias sepuluh pemain bertahan dan satu striker (hehe agak lebay sih ^_^), atau dengan cara bertahan penuh.
Klub berjuluk los cules ini memang sangat dikagumi terutama dengan prestasi mereka dalam beberapa musim terakhir dan yang lebih prestisius dengan gelar juara diberbagai kompetisi. Dalam enam musim terakhir klub yang didirikan 29 November 1899 ini mencatatkan diri masuk babak semi-final Liga Champion Eropa dan masih banyak prestasi yang lain kalau dijabarkan tidak akan cukup hanya satu buku ( ^_^). Saya mengenal dan menyukai klub ini sudah cukup lama kalau tidak salah ketika saya masih SD lewat berita di Televisi Republik Indonesia (TVRI) *sekalian promo…hehe, yang paling saya sukai dari klub ini adalah ideologi sepakbola mereka yang mengedepankan sepakbola dengan permainan yang indah dan menyerang tidak hanya mengedepankan hasil kemenangan dan klub yang selalu memprioritaskan pemain binaan akademi La Masia.
 
            Baiklah sekarang kita akan coba membahas tentang perbandingan antara PKS dan FC Barcelona dari persfektif ideologi dan filosopi keduanya. Saya mengenal PKS juga sudah lumayan lama ketika saya masih SMP, saya mengenal PKS lewat perbincangan kakak saya yang rupa-rupanya beliau adalah simpatisan Partai berlambang bulat padi dan diapit dua bulan sabit itu namun waktu saya hanya mengenal sebatas namanya saja sampai ketika saya menempuh study di Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sriwijaya Sumatra Selatan. Partai yang didirikan pada era setelah reformasi ini juga mempunyai akademi pembinaan kader yang sering disebut dengan tarbiyah terkenal dengan kader-kader yang militan dan sejauh ini say belum pernah melihat ada partai yang mampu menandingi militansi kader PKS. Partai yang bernomor urut 3 pada PEMILU 2014 ini selalu mengedepankan ideologinya yaitu partai yang memprioritaskan kadernya untuk dijadikan pejabat publik dan partai yang berazas islam.
 
Tentang Kesamaan PKS dan FC Barcelona
            Pertama keberhasilan FC Barcelona ternyata klub ini sebagian besar pemain intinya adalah hasil dari pembinaan mereka sendiri melalui akademi sepakbolanya yang bernama La Masia. Akademi La Masia sekarang menjadi rujukan banyak tim sepakbola karena keberhasilan mereka, walaupun harus diakui ada beberapa akademi klub sepakbola lain yang juga punya kualitas baik seperti akademi Ajax Amesterdam, MU, dll. La Masia telah melahirkan pemain top semisal Lionel Messi (Pemain Terbaik Dunia 4 kali berturut-turut), Xavi (Gelandang yang tak tergantikan di FC Barcelona dan Timnas Spanyol), Iniesta (Pemain terbaik Eropa 2012) dan masih banyak yang lain. Sama halnya dengan setelah FC Barcelona, PKS dengan pembinaan akademi tarbiyahnya sudah banyak melahirkan pemain atau tokoh-tokoh hebat yang dulu publik tidak mengenal sekarang tapi sudah menjadi tokoh-tokoh publik semisal Anis Matta (Presiden PKS), Hidayat Nurwahid (Mantan Ketua MPR RI), Ahmad Heryawan (Gubernur Jabar), Tifatul Sembiring (Menkominfo) dan masih banyak yang lainnya.
 
              Kedua terkait kebijakan transfer pemain atau kader FC Barcelona dan PKS hampir mirip, FC Barcelona sangat jarang membeli pemain hebat walaupun ada semisal Ibrahimuvic, Alexis Sances, David Villa tapi klub ini membeli pemain yang bisa beradaptasi dan menyesuaikan filosopi FC Barcelona dengan tim atau mereka akan terlempar dari pemain inti dan terlempar dari tim azas ini juga berlaku untuk pemain binaan FC Barcelona yang sudah naik ke tim senior, sama halnya dengan PKS sangat jarang merekrut kader dari tokoh-tokoh yang sudah dikenal publik kalaupun ada namun sangat sedikit semisal Adang Darajatun dan Misbakhun hanya dua tokoh ini yang saya tahu.azas yang dianut FC Barcelona juga berlaku untuk PKS bagi kader yang tidak lagi satu visi maka mereka akan terlempar dengan sendirinya dari partai ini atau akan mundur ini berlaku untuk seluruh kader baik yang direkrut dari jenjang tarbiyah ataupun tokoh yang sudah jadi.
Ketiga konsistensi dengan ideologi mereka masing-masing, FC Barcelona konsisten dengan ideologi sepakbola indah  dan menyerang serta klub yang selalu menperioritaskan pemain binaan akademi mereka sendiri. Ini dibuktikan oleh klub ini setiap kali bertanding, dimanapun mereka bermain baik kandang maupun tandang permainan tiki-taka yang mengandalkan penguasaan bola selalu mereka terapkan inilah bentuk konsistensi mereka. Coba kita perhatikan PKS, partai ini hampir mirip dengan FC Barcelona yang tetap konsisten dengan ideologi mereka yaitu partai yang memperioritaskan kader dan berusaha menyebarkan pemikiran-pemikiran yang islami.
          Diakhir pembahasan ini saya ingin sampaikan untuk kedua tim ini FC Barcelona di sepakbola dan PKS di politik negeri ini bahwa saya banyak berharap kepada kalian, yang pertama semoga FC Barcelona tetap berjaya, konsisten dan kedepan agar merekrut pemain Indonesia untuk berlatih dengan La Masia, yang kedua semoga PKS tetanp konsisten dengan ideologinya, dapat memenangkan PEMILU 2014 dan bisa merubah bangsa ini. Aamiin…

(Just kidding mungkin pendiri PKS dulu banyak penggemar FC Barcelona sehingga mereka banyak meniru FC Barcelona karena yang duluan didirikan FC Barcelona. Hehe)

Advertisements

About syahdami

Manusia biasa yang ingin selalu menjadi luar bias, sifat keras tapi penuh kasih sayang (mirip Umar bin Khatab ra. ^_^).
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Balas

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s