Roda Kehidupan Takkan Henti Berputar

 
Putarannya selalu bergerak dinamis, kadang kala di bawah dan kadang kala di atas. Tanpa putaran itu maka roda tak kan mampu menggerakkan beban yang dibawanya, takkan mampu mengantarkan pemiliknya ke tempat tujuan dan tak kan mampu membantu perjalanan itulah sebuah RODA. Kadang kala putarannya begitu cepat ataupun sedang-sedang saja atau bahkan begitu sangat lambat tergantung kehendak pemiliknya. Kendaraan tanpa roda tentu tak kan bisa berjalan, begitupun juga kendaraan yang memiliki roda namun tak mampu berputar kendaraannya tak kan mampu berjalan kemana-mana. Begitulah kodratnya sebuah roda haruslah berputar dan terus berputar agar menghasilkan suatu perjalanan karena ketika roda berhenti berputar maka berhenti pulalah perjalanan, entah sudah sesuai dengan tujuan perjalanan atau memang terhenti sebelum waktunya, entah berhenti dengan manis atau berhenti dengan tragis.
Layaknya sebuah roda, kehidupan pun berlaku hukum yang sama yakni perputaran. Adakalanya dirundung duka tapi tak jarang pula setelahnya langsung datang kegembiraan, adakalanya yang terjadi justru sebaliknya rasa bahagia namun berganti duka nestapa, tangisan berganti dengan tawa suka. Memang demikianlah roda kehidupan yang setiap insan akan merasakannya, tak kan ada insan yang selalu tertawa ataupun selalu menangis karena kodatnya roda kehidupan itu akan terus berputar. Roda kehidupan berputar tergantung juga dengan Sang Pemilik Kehidupan karena DIA lah yang mengaturnya.
Mari kita cemati sejarah tentang sepakbola karena pembahasan mengenai sepakbola lagi hot-hotnya, maka coba kita tengok perjalanan persepaknolaan Eropa terutama kompetisi Liga Champion Eropa (UCL). Statistik mencatat tidak pernah ada tim yang dengan digdaya mampu mempertahankan gelar juara UCL dua kali secara beruntun, ini menunjukkan bahwa roda kehidupan di kompetisi UCL sangat dinamis. Kemudian kita tengok statistik negara yang klub sepakbolanya berhasil menjuarai piala si kuping besar ini, dalam periode setelah tahun melinium setidaknya ada 5 negara yang secara bergantian berhasil mewakilkan klub mereka sebagai juara sangat dinamis. Dimulai dari Bayern Munchen (Jerman-2001), Real Madrid (Spanyol-2002), AC Milan (Italia-2003), FC Porto (Portugal-2004), Liverpool (Inggris-2005), Barcelona (Spanyol-2006), AC Milan (Italia-2007), Menchester United (Inggris-2008), Barcelona (Spanyol-2009), Inter Milan (Italia-2010), Barcelona (Spanyol-2011), Chelsea (Inggris-2012) dan di tahun ini sudah dapat dipastikan juara akan direbut oleh klun dari Jerman. Inilah yang disebut roda kehidupan secara silih berganti menempati posisi teratas dalam hal sepakbola.
Di dunia politik negeri ini mari kita tengok pulo statistik sejarahnya bahwa dalam tiga Pemilu terakhir setelah reformasi tidak pernah ada partai yang menang secara beruntun; Pemilu 1999 PDI-P tampil sebagai pemenang dengan perolehan suara 33,74 %, Pemilu 2004 Partai Golkar tampil sebagai pemenang dengan perolehan suara 21,58 %, Pemilu 2009 Partai Demokrat tampil sebagai pemenang dengan perolehan suara 20,4%. Ini adalah pertanda bahwa sulit bagi Partai pemenang mengulangi kemenangannya, maka peluang untuk partai baru yang tampil sebagai pemenang sangat terbuka karena roda kehidupan akan terus berputar kalau dulu PKS tidak lolos Parlement Treshold hari ini PKS sudah menjadi Partai Islam terbesar, nah kalau beberapa saat lalu PKS dilanda duka maka selayaknya PKS mendapatkan suka pada Pemilu 2014 dengan tampil sebagai pemenang. Aamiin Ya Rabbil’alamin.

Berbekal roda kehidupan yang selalu berputar dan tak menentu kapan sisi roda yang kita tempati akan berada di atas? Yang kita tahu bahwa roda itu pastilah sisi itu akan berada di atas suatu waktu. Kitapun tak tahu pasti kapan roda itu berputar sampai posisi kita berada di atas. Apakah besok, lusa, satu tahun lagi, atau mungkin satu abad lagi. Tugas kita hanya mempersiapkan diri untuk memantaskan diri memang layak berada pada posisi itu, memantaskan diri untuk layak mendapatkan posisi itu. Untuk itu teruslah berusaha/ berikhtiar dan senantiasa berdoa agar tawakal menjadi tawakal yang sebenar-benarnya. Kita tunggu saja konspirasi dari langit dengan memaksimalkan ikhtiar di bumi. Wallahu ‘alam

Advertisements

About syahdami

Manusia biasa yang ingin selalu menjadi luar bias, sifat keras tapi penuh kasih sayang (mirip Umar bin Khatab ra. ^_^).
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Balas

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s