Sebuah Nama Dalam Buku

 Gambar

                Entahlah, apa yang kupikirkan ketika melakukan hal itu. Membuat coret-coretan hampir di seluruh buku bacaan yang kupunya. Aku juga tak tau pasti motivasi melakukannya sebab kebiasaan ini baru aku sadari belakangan ini. Padahal kebiasaan ini sudah terjadi semenjak aku masih duduk di sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) dulu. Ketika itu yang teringat dariku bahwa inspirasiku waktu itu dari seorang guru yang sangat aku kagumi. Sehingga akupun berkeinginan mengikuti jejaknya, maka aku tuliskan nama itu dalam buku tulis sekolah dan hangout mata pelajaran.

                Setelah aku melanjutkan studi di salah satu Universitas ternama di Sumatra ‘kebiasaan’ itu masih berlanjut meski coret-coretan itu agak sedikit lebih panjang dan lebih lengkap dari sebelumnya. Seiring berjalannya waktu aku baru menyadari ternyata apa yang pernah tertulis dalam coret-coretan itu kini sudah mulai mendekati kenyataan. Pernah suatu ketika ada seorang adik kelas yang meminjam salah satu buku bacaanku ternyata beliau membaca coret-coretan di halaman awal buku itu kemudian sampai-sampai beliau mengupdate status dengan menuliskan isi coretan itu.

                Dahulu ketika aku masih SMA coretan itu sekarang sudah menjadi kenyataan dan sekarang aku masih berharap coretan semasa aku kuliah akan menyusul menjadi realita selanjutnya. Coretan itu adalah sebuah nama, ya sebuah nama yang cukup prestis untuk dituliskan meski baru sebatas ‘mimpi’ sang senulis. Nama dalam duku itu adalah “Prof.Dr.H.Syahdami,S.Si.,M.T” yang waktu SMA dulu hanya sebatas “Syahdami, S.Si” hari ini aku sudah mendapatkannya. Alhamdulillah…

                Kalaupun suatu saat nanti hingga hari tuaku nama itu tak jua menjadi kenyataan paling tidak aku akan berujar dan bercerita kepada anak serta cucuku bahwa dulu aku pernah punya mimpi, punya harapan atau punya cita-cita yang pernah tertulis dalam buku-buku bacaan itu. Dan yang paling penting saat ini paling tidak itu menjadi motivasi lain untuk terus berusaha merealisasikannya meski akupun tak terlalu terobsesi olehnya sebab aku berharap ia akan mengalir saja. J

Advertisements

About syahdami

Manusia biasa yang ingin selalu menjadi luar bias, sifat keras tapi penuh kasih sayang (mirip Umar bin Khatab ra. ^_^).
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Balas

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s