Jalan Juang Kita

Manusia dengan kemanusiawiannya memang menghasratkan segala cita-cita dan harapannya terlaksana dengan segera. Karena sifat itu lahir dari fitrahnya sebagai hamba-Nya yang diberikan nafsu. Namun terkadang ia lupa bahwa segalanya yang ada di bumi ini, baik itu keberadaan makhluk, kejadian, cahaya bintang dan semuanya tak pernah luput dari skenario Sang Pemilik Kerajaan Bumi dan Langit. Skenario yang telah tertulis dalam kitab Lauh Mahfudz Allah, bahkan sampai sehelai daun tua yang jatuh dari rantingnya pun telah tertulis. Tersebab itulah tugas manusia ‘hanya’ berikhtiar secara maksimal di bumi sembari berharap ‘konspirasi’ dari langit.

Ingatlah pula rambu-rambu dari-Nya bahwa sesuatu yang dicintai belum tentu baik di sisi Allah, sebagaiman firman-Nya dalam surah Al-Baqarah ayat 216: “Diwajibkan atas kamu berperang, Padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. boleh Jadi kamu membenci sesuatu, Padahal ia Amat baik bagimu, dan boleh Jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, Padahal ia Amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”. Maka sikap yang paling layak kita hadirkan dari setiap kejadian yang tak sesuai rencana adalah senantiasa berhuzhnuzhon kepada Allah SWT.

Perjalanan ini telah cukup jauh meninggalkan startnya dan juga sudah cukup panjang rutenya, disertai pula telah banyak pihak terlibat di dalamnya. Rasanya kecil dan sulit untuk sekedar berhenti apalagi mundur ke belakang. Sebab sudah cukup banyak energi tercurah, waktu teralokasi, dan begitupun pemikiran yang tersedot di dalamnya. Dan boleh jadi Allah menghendaki masing-masing kita untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih matang dan terus melakukan kesiapan diri dengan lebih baik.

Inilah jalan juang kita yang dalam perjalanannya tak semulus harapan. Jalannya begitu banyak lobang dan tak banyak track lurus. Sehingga waktu untuk sampai ke tujuan harus ditempuh jauh lebih lama dari perkiraan. Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk dapat melewati ‘krikil-krikil’ di jalan ini. Aamiin…#jalancintakita

Advertisements

About syahdami

Manusia biasa yang ingin selalu menjadi luar bias, sifat keras tapi penuh kasih sayang (mirip Umar bin Khatab ra. ^_^).
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Balas

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s