Pasportku

Kali pertama terpikir untuk membuat pasport, ketika saya membaca tulisannya Prof. Renald Kasali. Tulisan itu bercerita tentang metode beliau mengajari mahasiswanya. Beliau memberi tugas agar mahasiswabya membuat pasport dan pergi ke luar negeri untuk membuka wawasan para mahasiswa bagaimanapun caranya. Karena dengan ke luar negeri masih menurut Prof. Renald mahasiswa belajar dari spektrum berpikir yg lebih luas. Dan hampir sebagian besar mahasiswanya yg membuat pasport berhasil pergi ke luar negeri.

Akhir tahun 2014 lalu tepatnya bulan desember saya membaca pengumuman adanya program beasiswa dari Kerajaan Brunei Darussalam yang salah satu syaratnya adalah adanya pasport. Dengan niat mengikuti seleksi program itu saya akhirnya membuat pasport di kantor imigrasi palembang.
Walaupun pada akhirnya saya tak jadi ikut seleksi program beasiswa itu karena persyaratannya masih kurang, alhamdulillah syukur keinginan punya pasport terwujud.

Pasport adalah ‘tiket pertama’ untuk kita bisa menjelajahi dunia yg luas ini. Semoga ada kesempatan pergi ke negeri orang, destinasi yg ingin saya tuju negeri Khilafah Utsmani dan Negeri Para Ninja. 🙂
#pasport

Advertisements

About syahdami

Manusia biasa yang ingin selalu menjadi luar bias, sifat keras tapi penuh kasih sayang (mirip Umar bin Khatab ra. ^_^).
Aside | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Balas

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s