Dari Yang Tertinggal

Siapa yang tak kenal Umar Bin Khatab ra? Hampir setiap muslim dan bahkan non muslim pun mengenal namanya. Setiap kali orang bertanya tentang sahabat Rasulullah SAW hampir pasti namanya akan selalu disebut setelah nama Abu Bakar as Siddiq ra. Sahabat Rasulullah SAW yang satu ini termasuk dalam 10 orang yang dijamin masuk syurga oleh Sang Nabi. Sahabat ini berjuluk Al Faruq yang artinya dapat memisahkan antara yang haq dan yang batil. Beliau juga sangat ditakuti oleh kaum quraisy bahkan setanpun mencari jalan lain bila berpapasan dengan beliau.

Banyak pelajaran yang bisa petik dari setiap lembar sejarah kehidupan khalifah kedua di masa khalifaturrasyidin ini. Di tiap jengkal perjalannya ada saja sisi yang bisa diambil hikmahnya. Salah satu pelajaran yang paling berharga adalah bagaimana Umar yang dahulunya orang yang ‘tertinggal’ menjadi yang terdepan dalam menjalankan islam, bahkan menjadi salah satu tokoh penting dalam islam.

Di berbagai buku sirah, baik itu sirah nabawiyah ataupun sirah sahabat cerita masuknya Umar kedalam islam selalu hadir dalam pembahasan. Salah satu yang menarik adalah petikan dialog beliau dengan para sahabat yang hadir ketika Umar mengucapkan syahadatnya dihadapan Rasulullah SAW. Ini bisa dibaca dalam sirah atau bisa ditonton dalam film serial “Omar” yang beberapa tahun lalu sempat ditayangkan di televisi swasta Indonesia. Salah satu kalimat yang terucap dari Umar yang fenomenal “saya telah tertinggal dari saudara sekalian dalam mempelajari islam, maka saya akan mengejar ketertinggalan itu”.

Ya sebagaimana kita tahu bahwa Umar bukanlah sahabat yang pertama-tama masuk islam. Beliau dalam sirah disebutkan masuk islam setelah tiga tahun islam hadir. Tiga tahun bukanlah waktu yang sebentar untuk memepelajari islam, ditengah sahabat-sahabat yang lain sudah berpacu mempelajari dan menjalankannya, Umar baru akan memulainya. Dan dikurun waktu tiga tahun sebelum masuk islam, Umar adalah salah satu tokoh yang paling keras menentang islam. Namun sejarah mencatat karena tekad Umar yang kuat untuk mengejar ketertinggalannya, ia yang pada akhirnya menjadi tokoh penting dalam islam dan menjadi salah satu ulama dikalangan sahabat yang fatwa-fatwanya banyak dijadikan referensi hingga sekarang. Beliau juga menjadi orang ketia yang paling berpengaruh dalam islam setelah Rasulullah SAW dan Abu Bakar As Siddiq ra.

Kunci dari kesuksesan umar adalah mau belajar, belajar dan terus belajar. Kisah umar ini dapatlah kita jadikan pelajaran yabg sangat berharga dalam hal menjadikan diri dari yang tertinggal menjadi yang terdepan atau minimal setara dengan yang lain. Belajarlah dengan banyak bertanya, membaca, berdiskusi dan sarana lainnya. Terutama sekali banyak-banyaklah membaca, sebab orang-orang yang berpengaruh dalam sejarah dunia ini adalah mereka yang banyak membaca. Sebutlah tokoh mana yang kurang membaca? Allahu’alam.

Advertisements

About syahdami

Manusia biasa yang ingin selalu menjadi luar bias, sifat keras tapi penuh kasih sayang (mirip Umar bin Khatab ra. ^_^).
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Balas

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s